Friday, July 23, 2010

SEJARAH MENGENAI RATU SEONDEOK

queenseondeok

Sejarah Ratu yang memegang tampuk kekuasaan kerajaan Shilla. Ratu Seondeok.

Sejarah mengatakan bahwa pada masa awal kehidupan puteri Deokman, beliau sudah mempunyai cara berfikir yang cerdas luar biasa. Satu kali Raja menerima sekotak biji tumbuhan peony berikut lukisan yang menggambarkan seperti apakah bunga peony itu. Berdasarkan lukisan tersebut, Deokman mengatakan mekipun bunga itu indah sangat disayangkan karena tidak berbau. “Jika harum, maka pasti akan ada kupu-kupu dan lebah yang mengerubunginya dalam lukisan itu.” Pengamatannya itu ternyata benar, dan itu pula memperlihatkan bagaimana kecerdasannya terbentuk hingga bisa menguasai Silla selama 16 tahun.

Catatan sejarah Hwarang dari dinasti Shilla mencatat bahwa penguasa ke-27, Ratu Seon Deok, mempunyai empat orang suami. Catatan ini masih diperdebatkan oleh para ahli sejarah untuk keotentikan ceritanya, tetapi menurut catatan itu dikatakan bahwa Ratu Seondeok menikah terlebih dahulu ketika masih menjadi seorang puteri. Kemudian Raja Jinpyeong membuatnya menikah lagi karena tidak menghasilkan putera mahkota dari perkawinan sebelumnya. Suami keduanya, Yong Soo sudah dinikahkan dengan Chon Myeong dan dia juga adalah kakak tertua dari suami pertamanya. Seondeok kemudian menikah untuk ketiga dan keempat kalinya, namun hasilnya tetap sama, gagal mempunyai putera mahkota untuk ahli waris kerajaan. Pada akhirnya, perkawinan bagi Seon Deok sudah berfungsi sebagai alat untuk mestabilkan kedaulatan.

Puteri kedua Chonmyeong yang menikah dengan Kim Young Chun anak dari penguasa ke-25 dinasti Shilla, Raja Jinji [memerintah dari 576-579]. Lalu anak lelakinya bernama Kim Chun Chu menjadi Raja penguasa Shilla, Taejong Muyeol[Lahir tahun 602-661, memerintah tahun 654-661] karena sudah haknya menempati tahta. Teman karibnya sejak kecil adalah Kim Yu Shin, yang nanti pada akhirnya menjadi kakak ipar Chonmyeong.

Kim Chun Chu, anak puteri Chonmyeong.

Ternyata adik perempuan ketiga dua wanita tersebut tidak kalah menarik dari kehidupan kakak-kakaknya. Cerita ini juga sudah dibuat dramanya dengan nama ‘Balada Kisah Seo Dong Yo’ yang romantis sekali. Puteri Seon Hwa menikah dengan calon Raja kerajaan Baek-je [Kisah 3 kerajaan Korea; Shilla, Baek-je, Goguryo] Raja Mu, Seon Hwa ibu dari Raja Uija yang menjadi raja terakhir Baek-je yang kerajaannya jatuh ke tangan Shilla. Meskipun cerita aslinya simpang siur, yang membuat tercengang adalah ketika eskavansi situs Biara Mireuk di Iksan, yang ditemukan di sana bahwa Ratu yang menikah dengan Raja Mu dari Baek-je bukanlah Seon Hwa melainkan Seon Tak.

Pada saat itu ibukota kerajaan Shilla adalah Gyeongju. Ratu Seondeok juga membangun biara terkenal Bunhwangsa di Gyeongju. Dia juga membangun observatorium yang berhubungan dengan bintang-bintang yang paling tua di Asia Timur yaitu Observatorium Cheomseongdae.

Ada juga biara Jung Am di Jeongseon, ada juga biara Bomun di pulau Seok Mo di bawah kepulauan Gwanghwa yang paling besar dan paling dekat dekat ke Seoul. Biara Sangwonsa di Gangwon Do juga dikatakan dibangun saat masih memerintah. Deung Myeong Rakgasa di kota Gangneung tetapi sekarang ini hanya ada sisa-sisa reruntuhannya saja.

Hubungan diplomatik Shilla dengan Dinasti Tang, Cina.

Ketika dinasti Tang didirikan, Raja Gaozu, kaisar pertama yang mengenali kemampuan Raja Jinpyeong memberikan gelar penghargaan sebagai sahabat kerajaan dengan pemberian nama Pangeran Lelang. Kesamaan Shilla dan Tang saat itu adalah dua-duanya punya Ratu yang meneruskan garis tahta kerajaan. Tang mempunyai Ratu Wu Ze Tian (pemerintahan dari 690-705) dan untuk Shilla, Ratu Seon Deok (pemerintahan 632-647), meskipun masa pemerintahan mereka berdua tidak dalam kurun waktu yang sama sebagaimana yang dicatat dalam sejarah. Walaupun Tang Taizong; Kaisar kedua dinasti Tang (pemerintahan 626- 649) hidup dalam era Ratu Seon Deok ini, tapi dia termasuk salah satu Kaisar yang hebat dalam sejarah Cina. Oleh karena itu pada tahun 643, Ratu Seondeok meminta bantuan kepada Cina karena negara bagiannya diserang hebat oleh pasukan Baekje dan sekutunya Geoguryo [sesuai dalam drama, kehidupannya sebagai Ratu bukan dalam masa-masa tenang, tapi masa-masa pergolakan perang antar kerajaan]. Kaisar Taizong mengirimkan pejabatnya Xiangli Xuanjiang kepada Goguryeo dan Baekje untuk menghentikan serangannya terhadap Shilla. Ketika Xiangli tiba di Goguryeo ibu kota Pyongyang, Yeon Gaesomun, yang menyerang Silla pada waktu itu, kembali ke Pyongyang untuk menjumpai Xiangli, tetapi menolak untuk mengikuti titah Kaisar Taizong. Hasil itu dilaporkan ke Chang’an pada Kaisar Taizong sendiri yang menyulut kemurkaannya dan memutuskan untuk menyerang Goguryo. Jenderal Li Shiji mendukung rencana untuk menyerang Goguryeo, dan Kaisar Taizong bersiap untuk penyerangan seperti itu. Silla & Tang bersekutu membuat angkatan perang untuk mereka melawan Goguryeo. Tahun 644, resmi perang besar pertama antara Tang-Goguryeo. Penyerangan ini dipimpin oleh Kaisar sendiri. Perang ini akan menjadi langkah besar menuju negara konfederasi Silla nantinya. Goguryeo akhirnya jatuh ke tangan dinasti Tang tidak sampai pada tahun 668 selama pemerintahan anak dari Kaisar Tang Taizhong, Tang Gaozong.

Ada beberapa era pada masa pemerintahan Silla:

Daechang (568 – 572), selama pemerintahan Raja Jinheung;

Hongje (572 – 584), selama pemerintahan Raja Jinheung, Raja Jinji dan Raja Jinpyeong.

Geonbok (584 – 634), selama pemerintahan Raja Jinpyeong dan Ratu Seon Deok dan,

Inpyeong (634 – 648) selama pemerintahan Ratu Seon Deok dan Ratu Jin Deok

Kim Yu Shin (595-673) adalah cicit Raja Guhae dari Geumgwan Gaya, penguasa terakhir negara bagian Geumgwan Gaya. Latar belakangnya membuatnya mendapatkan posisi sangat tinggi dalam silsilah ‘tulang’ pangkat yang bisa menguasai dunia politik dan militer. Dia juga anak laki-laki dari Jenderal Kim Seo Yeon dan puteri Manmyeong, anak perempuan Raja Jinheung. Kim Yu Shin diketahui semua orang sebagai pemersatu semenanjung Korea. Dia menjadi jenderal yang paling luar biasa di sepanjang sejarah Korea. Dia pun mempunyai 10 orang anak dan hidup sampai umur 78 tahun. Ketika dia meninggal, dia diberi gelar kehormatan sebagai Raja Heungmu karena usahanya dalam pemersatu bangsa dan mempunyai kuburan sama sangat bagusnya dengan Raja.

Mishil menurut testamen Hwarang [Hwarang segi]

Kisah Misfullsizephoto87982hil tidak bisa dijauhkan dengan pasukan Hwarang. Hwa Rang Segi – Chronicles of Hwa Rang yang ditulis ulang oleh Bak Chung Hwa, yang ditemukan di Busan adalah Hwarang Segi yang ditulis oleh Kim Dae Moon sejarawan Shilla pada abad ke 7. Kisah dalam buku itu masih diperdebatkan apakah asli atau telah terjadi penambahan kisah, tapi basis dari drama ‘Queen Seondeok’ adalah kisah yang diambil dari buku tersebut.

Naskah berisi 15 bab Hwa Rang dengan Perkenalan; Wihwarang; Mijinbu; Morang; Ihwarang; Sadaham; Sejong; Seol Won Rang; Moon Noh (Munno); Biborang Mi Saeng; Hajong; Bori; Yong Chu (Kim Yong Chu); Horim & Kim Yu Shin. Mi Shil disebut di bab ini. Beberapa nama tersebut ada dalam drama.

Dalam catatan Kim Jinheung, dia sudah membuat sekelompok pasukan elit yang terdiri dari pasukan pria dan wanita. Karena pasukan wanita yang di sebut ‘Won Hwa’ [Bunga Sejati]meraup rasa iri dan juga cemooh dari orang lain karena kecantikan dan juga bisa menempati posisi-posisi nomer satu dalam kegiatan militer dan politik, Raja Jinheung membubarkan Won Hwa dan tetap mengaktifkan pasukan pria dengan nama ‘Hwarang’ yang dipimpin oleh Pungwolju.

Hwarang adalah pasukan pilihan yang punya wajah menarik dan juga kelakuannya yang baik sehingga bisa membuat sebuah badan penasehat yang disebut Pungwoldo [Jalan Hwarang]. Saat itu ada permasalahan antara Pungwolju dan Guk Seon [penasehat spriritual kerajaan]. Raja Jinheung akan memerintahkan pasukan muda ini jika negara ini membutuhkan mereka untuk berperang atau melakukan kegiatan penyamaran ke daerah Baekje atau Goguryo. Mereka akan berdandan dengan kosmetik yang aktraktif.

Dalam drama juga disebutkan beberapa kelompok Hwarang, kelompok yang sama dengan dibuku tersebut. Ada kelompok Mi Shil (kelompok yang mengorientasikan ritual), kelompok Munno (kelompok yang mengorientasikan militer), kelompok Gaya yang terdiri dari orang-orang yang telah menaklukan kerajaan konfederasi Gaya, Kim Yu Shin, kelompok daewon, Tonghap, I, dan kelompok Jinggol [kelompok yang memajukan upacara dan hak istimewa orang berstatus tulang bangsawan asli]. Tetapi, penulis naskah Hwarang Segi meremehkan pengikut Munno’s sebagai orang udik yang tidak bisa disebandingkan dengan ‘tulang bangsawan asli’ seperti Seol Won Rang. Seol Won Rang beserta pengikutnya mempercayakan kelompok mereka pada Mishil, wanita bangsawan yang sangat kuat kekuasaannya saat itu di istana.

Dalam manuskrip Hwarang Segi, kisah Mishil yang dikisahkan lewat puisi dan lagu-lagu menceritakan bahwa dia jatuh cinta pada Pungwolju Sadaham kelima, yang kebetulan menjabat sebagai pimpinan Hwarang. Pungwolju pun jatuh cinta pada Mishil. Ini adalah bagian yang paling menarik, ketika Sejong dianggap sudah memasuki usia pernikahan, dia melihat Mishil yang begitu cantik dan juga menawan, kemudian jatuh cinta padanya. Ibunda Sejong, Ibusuri Ji So yang punya kekuasaan kuat memerintahkan Mishil untuk menikahi puteranya yang tergila-gila dengan kecantikannya. Ibusuri Ji So tidak suka dengan Mishil yang ternyata diketahui adalah keponakan dari Ratu Sado, gundik Raja Jinheung. Ibusuri Ji So menjalankan siasat busuk untuk mengusir Mishil dari istana.

Tapi karena Sejong begitu cinta mati pada Mishil hingga sakit dan lain hal sebagainya, karena tidak mau Sejong mati, Mishil dipanggil lagi masuk ke istana. Pada saat perpisahaannya itu dengan Sejong, Mishil balik lagi ke kekasih lamanya Pulwongju Sadaham, namun ketika itu Shilla sedang berperang dengan konfederasi Gaya. Pulwongju Sadaham lalu pergi ke medan perang dengan diiringi salam perpisahan Mishil. Mungkin gara-gara hal tersebutlah dirinya menjadi jahat dan penuh dendam seperti jelmaan setan. Dia harus berpisah lagi dengan kekasih pertamanya dan kembali pada Sejong, sakit hatinya berubah menjadi dendam, dulu dia tidak berdaya, namun sekarang dia bersumpah tidak akan menjadi Mishil yang dulu.

Mishil tahu kalau ingin hidupnya tidak diatur-atur oleh pihak kerajaan, dia harus punya kekuasaan. Ketika Sadaham pulang dari perang dengan harapan bisa berkumpul lagi dengan Mishil, ternyata kekasihnya itu sudah tidak ada. Merasa ditinggalkan, akhirnya Pulwongju Sadaham meninggal karena luka-luka yang diperolehnya saat perang dan tentu karena cintanya. Mishil ketika mendengar hal itu terkejut dan mendinginkan hatinya. Oleh karena itu dia berubah menjadi wanita yang penuh daya rayu, merayu laki-laki dengan kecantikannya untuk mengumpulkan kekuatan didalam istana. Raja Jinheung juga menyukai Mishil dan kemudian menjadikannya seorang ‘Seju’ – penjaga stempel kerajaan dan juga menguasai kelompok Hwarang.

Untuk itu Sejong menjadi kebalikan status ‘gundik’ di sisi Mishil yang menjual tubuhnya untuk kekuasaan demi menempatkan suaminya meraih posisi Raja. Kekasih Mishil banyak, dan salah satunya Sol Won Rang.

photo93119

No comments:

Post a Comment

Post a Comment